Kemunculan COVID-19 yang Menggemparkan Dunia

Kemunculan COVID-19 yang Menggemparkan Dunia – Coronavirus-19 (COVID-19) merupakan salah satu virus yang menyerang sistem pernapasan. Coronavirus menjadi virus yang ditularkan antara hewan dan manusia. Virus ini diketahui muncul di kota Wuhan, China sejak Desember 2019 hingga sekarang.

World Health Organization (WHO) mendeklarasikan COVID-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat pada tanggal 30 Januari 2020. Virus ini sangat menular pada manusia terutama perempuan berkisar 41,9 – 45,7%. Rata-rata usia pasien yang sering terkena coronavirus adalah 47-59 tahun.

COVID-19 dapat menyebar melalui saluran pernapasan, pernapasan, dan kontak langsung. Perjalanan Coronavirus dapat terjangkit bermula dari masa inkubasi sekitar 3-14 hari. Pasien COVID-19 memiliki gejala yang cukup luas yaitu demam, kelelahan, sesak napas, nyeri tenggorokan, dan sakit kepala.

Persebaran virus tersebut tentunya perlu dilakukan pencegahan untuk mengurangi pasien yang terinfeksi. Penularan virus corona dalam tubuh manusia dapat menyebar pada permukaan yang tidak hidup hingga 9 hari. Penularan Corona memiliki pencegahan mirip penyakit SARS-COV2.

Desinfektan dengan 0,1% Natrium Hipoklorit atau Etanol 62 – 71% secara berarti bisa kurangi infektivitas coronavirus. Permukaan dalam kurun waktu makan lebih kurang 1 menit. Hal itu jadi cara penangkalan yang bisa dilaksanakan,

Penanganan COVID-19 di dunia saat ini cukup menjadi salah satu cara untuk mengurangi penyebaran tersebut. Setiap negara menunjukan peningkatan pada kasus COVID-19 padahal sudah dilakukan berbagai solusi lain. Tentunya menjadi pr bagi seluruh negara untuk mencegah hal tersebut.

Amerika Serikat saat ini mencatat bahwa paling banyak infeksi yang terjadi serta kematian akibat COVID-19. Penanganan yang dilakukan saat ini sudah mendesak seluruh kalangan milenial untuk melakukan tes untuk melihat gejala yang terjadi. Tentunya menjadi perdebatan yang telah terjadi.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump meminta langsung untuk menangani pandemic agar lonjakan. Langkah yang dilakukan seperti infeksi maupun rawat inap pada seluruh negara bagian selatan dan barat. Tentunya menjadi masalah bagi Sebagian orang yang tidak ingin di karantina.

Dr Deborah Birx selaku coordinator penanganan COVID-19 berterima kasih langsung kepada anak milenial Amerika. Pasalnya mereka telah mengindahkan untuk bimbingan resmi terhadap pengujian. Beliau menambahkan bahwa kalangan anak tersebut mau untuk diberi tahu.

Pendapat dari Dr Fauci mengatakan bahwa peningkatan kasus terjadi baru baru ini. Pelonggaran yang terlalu awal bisa jadi permasalahan corona masih tetap muncul. Atau bisa saja karena tidak sesuai dengan prosedur yang telah diberikan sebelumnya.

Beliau menambahkan jika penyebaran tidak diberhentikan, maka negara tersebut bisa saja terjadi paparan coronavirus. Setiap orang dapat menularkan ke orang lain, dan mereka menularkan lagi ke orang yang lebih rentan. Tentu rantai penularan ini tidak akan mudah untuk diputuskan.

Setiap orang memiliki tanggung jawab sendiri untuk hidup mereka. Jika mereka memiliki jiwa sosial maka secara tidak langsung untuk menghentikan penyebaran COVID-19 ini. Tentunya kembali lagi pada tanggung jawab yang dimiliki serta harus sadar akan semua ini menjadi bagian dari proses.

Sistem yang ada pada federal di Amerika Serikat memungkinkan gubernur menentukan ketertiban serta keselamatan umum. Hal tersebut juga mampu membuat krisis kesehatan Nasional. Dampak tersebut akan memunculkan stigma baru bagi masyarakat yang tengah hidup di masa COVID-19.

Gubernur melakukan tanggung jawab pada tingkatan karantina wilayah yang cukup variasi. Beliau mengatakan untuk menutup Sebagian fasilitas yang ada seperti bar, arung jeram serta restoran untuk mengurangi kemunculan wabah ini. Tentu hal ini menjadi perdebatan Sebagian orang untuk mencari dana.

Stigma negative yang muncul Ketika keluarga harus berdiam diri di rumah. Secara tidak langsung memenjarakan sosial serta tanpa air mengalir dan mencuci tangan secara teratur. Masih menjadi beban dimana orang akan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kelompok masyarakat yang ada di hutan hujan Amazon serta terpencil lainnya menjadi terhambat. Seperti yang diketahui bahwa fasilitas kesehatan yang tidak mumpuni atau bahkan tidak ada. Tentu hal ini menjadi peluang virus COVID-19 untuk berkembang secara pesat.

Dr. Nabarro mengatakan sesuatu untuk meningkatkan peluang dalam mengurangi penyebaran. Beliau juga memberikan pandangan bahwa diperlukan langsung dukungan Internasional yang semakin baik. Pasalnya persediaan maupun keuangan akan menjadi masalah baru yang dialami.

Sudah banyak politisi yang mengkritisi kemunculan COVID-19. Pasalnya banyak politisi memilih untuk mengikuti perkataan hati diimbangi dengan alasan sendiri dan tidak mengikuti saran ahli kesehatan. Presiden Tanzania menyatakan negara meraka sebagian besar sudah tersebar COVID-19.

Kemunculan COVID-19 ini secara tidak langsung memunculkan budaya baru. Pasalnya hampir setiap orang akan memakai masker di berbagai kondisi karena sudah sering menggunakannya. Tentu ini menjadi kebiasaan yang cukup baik untuk terus dilakukan tanpa henti.

Kemunculan vaksin hingga saat ini juga mengurangi penyebaran COVID-19 pada tiap orang. Varian vaksinasi yang diberikan juga menambah daya tahan tubuh untuk kuat terhadap virus lainnya. Tentu saja solusi ini sudah diterapkan dan segera di perbanyak kepada seluruh rakyat hingga merata.

Pengendalian COVID-19 ini harus diimbangi langsung dengan Kerjasama rakyat. Pasalnya seluruh orang tanpa memandang kalangan bisa saja terkena virus ini sehingga harus lebih menjaga tubuh untuk lebih baik. Tentu jika sakit untuk langsung konsultasi kepada dokter.

Sekian pembahasan terkait COVID-19 yang menggemparkan dunia. Kemunculan wabah ini menjadi salah satu permasalahan yang harus ditanggulangi dengan berbagai kalangan. Tentunya harus sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh ahli kesehatan secara langsung.